EKSISTENSI PENDIDIKAN AGAMA DAN URGENSINYA BAGI PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA


Sebagaimana estiminasi yang dikemukakan oleh para futurolog, bahwa pada awal abad 21 ini akan muncul era baru dalam tata kehidupan manusia dimuka bumi, baik dalam aspek politik, ekonomi maupun aspek kehidupan lainnya. Implikasi globalisasi terus meluas dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Fenomena globalisasi dalam abad ini merupakan indikasi meluasnya spektrum tantangan masa depan dengan dampak semakin samarnya batas-batas politik dan ekonomi serta sosial budaya antar bangsa juga meningkatnya transparansi hubungan antar bangsa didunia ini.
Proses globalisasi yang seakan-akan menyatukan seluruh bagian dunia dalam suatu model kehidupan bersama cenderung menghilangkan batas-batas teritorial antar negara dan menghapuskan hambatan-hambatan saluran sumber daya, komoditas dan informasi. Dengan demikian, kita harus menyadari bahwa peningkatan sumber daya manusia begitu urgent dan signifikan.
Perdagangan bebas dunia yang segera akan digulirkan sudah pasti menumbuhkan persaingan ketat dalam berbagai hal terutama kaitannya dengan mutu produksi dan para produsen barang itu sendiri. Dengan masuknya sumber daya luar negeri ke Indonesia yang begitu bebas akan berimbas pada kondisi lapangan kerja yang ada. Mereka dengan kredibilitas dan keahliannya tentu terus mengalir mengisi lapangan kerja kita yang pada akhirnya melahirkan persaingan mutu dengan apa yang kita miliki.
Dalam rangka meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia prioritasnya para generasi muda Islam secara menyuluruh supaya siap bersaing dengan masyarakat dari negara lain, maka pendidikan agama jelas sangat dibutuhkan. Demikian itu karena agama merupakan pegangan, rujukan, tempat konsultasi, penyeimbang dan pembawa kehangatan bagi hubungan sesama manusia.
Jalur pendidikan agama merupakan salah satu jalur pembinaan yang sangat potensial dan mutlak diperlukan, sebab pada tataran realita bahwa pendidikan merupakan unsur utama dalam rangka pembangunan sumber daya manusia prioritasnya generasi Islam Indonesia.
Pendidikan Islam yang mengidentifikasi sasaran dengan bersumberkan Al-Qur’an berusaha mengantarkan manusia mencapai keseimbangan pribadi secara menyeluruh. Firman Allah SWT :
“Dan diantara mereka ada yang berdo’a : Ya tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka”.
Namun satu hal penting yang sudah selayaknya menjadi materi muhasabah (intropeksi diri) bagi kita umat Islam, apakah pendidikan Islam dalam era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini masih relevan terutama jika dikaitkan dengan kontribusinya bagi pembentukan budaya modern yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi.
Pendidikan Islam sebagai warisan periode hasil akhir, dewasa ini masih cenderung dikonsepsikan sebagai lembaga yang hanya mencetak lulusan yang dipersiapkan untuk menjadi tenaga ahli dalam urusan keagamaan atau hal-hal yang berkaitan langsung dengan kehormatan semata.
Konsep seperti itu pada dasarnya bertentangan dengan idealitas Islam yang diyakini sebagai rahmatan lil’alamin serta penuntun umat manusia dalam semua aspek kehidupan sepanjang zaman dalam berbagai strata kehidupan dan peradaban umat manusia.
Pendidikan Islam selayaknya bukan hanya dipahami sebagai “ciri khas” jenis pendidikan yang berlatar belakang keagamaan, akan tetapi pendidikan Islam harus diformulasikan sebagai suatu upaya atau proses pencarian, pembentukan atau proses pengembangan sikap dan perilaku untuk mencari, mengembangkan, memelihara serta menggunakan ilmu dan perangkat teknologi atau keterampilan demi kepentingan manusia sesuai dengan ajaran Islam.
Eksistensi pendidikan Islam bukan hanya mentranformasikan ilmu, penampilan, kepekaan rasa (budaya) dan kepekaan agama, tetapi lebih dari itu diharapkan mampu membekali para anak didik mengantisipasi persoalan-persoalan yang sedang dan yang akan dihadapinya dimasa-masa mendatang.
Orientasi pendidikan Islam yang futuristic (baca : masa yang akan datang) ini sebagaimana yang dipesankan Al-Qur’an yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri manusia memperhatikan hal-hal apa yang hendak dilakukan bagi hari esoknya. Dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah maha mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan”.
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 2 tahun 1989 jelas mempertegas kedudukan pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional adalah “Mencerdaskan kehidupan bangsa dan pengembangan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur memiliki pengetahuan dan keterampilan kesejahteraan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap yang mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.
Urgensi pendidikan Islam di Indonesia begitu jelas utamanya yang berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia, pendidikan Islam di Indonesia dikembangkan dan diletakkan sebagai dasar tumbuhnya kepribadian manusia Indonesia yang paripurna, sehingga keberadaannya selalu dibentukkan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat intelektual yang beraqidah, bersyari’ah dan berakhlak mulia.

Wallahu a’lam
1 Response
  1. Anonim Says:

    si bodo loho !!!


    About Me

    Foto Saya
    Saudaraku... kita ditakdirkan sebagai manusia dengan beragam suku bangsa dan bahasa... namun demikian tentu hal itu bukan jadi penghalang persaudaraan kita. Sekedar untuk diketahui, bahwa saya adalah insan yang dilahirkan dari keturunan Jawa Timur asli. Meski saat ini saya berada di kota Khatulistiwa ( baca Pontianak bersama anak dan istriku tercinta, namun sampai saat ini ayah dan ibuku masih tinggal di kota REOG ( baca Ponorogo). Jelasnya... saya adalah anak rantau, yang meyakini bahwa bumi yang kita pijak ini adalah sama. dan tentunya keyakinan ini juga ada pada diri anda... thanks

    Followers